Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2016

Sombong Pendorong Murka

        Manusia sering kali menjadi makhluk yang lupa darimana dirinya berasal. Dia akan lupa ketika dirinya sudah berada di puncak sebuah kesuksesan. Baik dalam pandangannya sendiri maupun orang lain. Sikapnya pun akan berubah total. Missal ketika dulu ia miskin, lalu usaha dan beranjak kaya. Tidak jarang ia menjadi seorang yang kikir. Dalam pikirannya semua ini karena usahaku. Semua itu di sebabkan penyakit yang memang sudah lama menjangkit makhluk yang mempunyai nafsu.  Dari nafsu yang tidak terjaga akan tumbuh rasa sombong. Raja dari semua penyakit hati. Dengannya  orang akan merasa hebat, semua hal yang ia miliki adalah miliknya, bisa ia miliki karenanya dan bukan dari siapa-siapa. Akhirnya tidak ubahnya ia menjadi seperti setan. Yang menyombongan diri, lalu terlempar dari surga. Karena sombong semua menjadi sia-sia. Setan, ia awalnya adalah malaikat yang di tugaskan dibumi. Ibadahnya luar biasa, segala amalnya tidak bisa di bandingkan deng...

Kaifiyah Mengingatkan Imam Sholat Yang salah

Tidak jarang kita akan menjumpai dalam sholat berjamaah imam melakukan sebuah kesalahan. Dan tentunya dari kita banyak yang mengetahui jika imam salah harus di ingatkan. Akan tetapi masih banyak sekali orang yang tidak mengetahui secara benar kaifiyah mengingetkan imam yang benar. Maka dari itu untuk kali ini Insya Allah saya akan membahas kaifiyah mengingatkan imam dengan baik dan benar. Cara mengingatkan imam itu  terbagi menjadi 2 : 1.       Untuk makmum Laki-Laki 2.       Untuk makmum Perempuan Disini antara laki-laki dan perempuan mempunyai cara yang berbeda, namun memiliki peraturan yang hampir sama. Hal ini bisa kalian lihat di kitab Fathul Qorib atau mungkinkin kitab yang lainnya. Dan beginilah kaifiyah nya : Untuk seorang laki-laki itu  mengingatkan dengan mengucapkan Subhanallah. Dengan syarat ia mengucapkannya dengan niat dzikir atau berniat dzikir sekaligus niat mengingatkan, atau mutlaq (spontan)....

Ibrahim Bin Adham

     Al- kisah menceritakan bahwa pada zaman dahulu ada seorang laki-laki yang biasa berburu ke hutan yaitu bernama Ibrahim Bin Adham. Pada pagi hari berangkatlah beliau untuk berburu kehutan dengan menaiki kudanya sambil membawa bekal makanan nasi seadanya.       Setelah menempuh perjalanan yang jauh beliau merasa lelah dan lapar lalu beristirahat di suatu gubuk yang ada di pinggir jalan dimana orang-orang yang kepayahan di perjalan juga bisa beristirahat di gubuk tersebut. Dan di gubuk itulah Ibrahim bin adham membuka bekalnya yang berupa bungkusan nasi guna menikmati makan siangnya. Disaat beliau sedang asik menikmati makanan dan rotinya, tiba-tiba datanglah seekor gagak yang besar turun dari atas pohon lalu hinggap di dekat Ibrahim Bin Adham, tanpa diduga sebelumnya, burung itu kemudian mengambil sepotong roti dengan paruhnya dan langsung terbang sambil membawa porongan rooti tersebut menuju tempat yang jauh. Melihat kenyataan yang aneh sep...

Rintihan Hati

Dalam baktiku teguh Dalam tangisku menunggu Lama, hingga kini. Dari saat mulai dulu mengenal ucap         Menjelaskan, merasakan, sampai meresapi          Hingga kini.         Namun kini         Tentangmu terasa jauh, rasaku Hingga kini, yang dalam ucapku Namamu tak begitu lagi ikhlas terucap Kosong, tak berarti. Lisanku kini Kotor tak suci         Tak pantas menurutku kini.         Memanggil sebagian julukan kebesaranmu.         Dirikukini, terlalu.         Bagiku kini, tak pantas. Tenggelam dalam balutan agung asmamu Kelembutan belaian rahmatmu Oh tuhan, oh sang pemuncak rindu Pantaskah aku hidup di atas keindahan karyamu

Buku Sakti Perubah Impian

“Begitulah intinya dalam hidup ini jadilah orang yang bermanfaat untuk orang lain. Cukup sampai disini. Semoga bermanfaat. Assalamualaikum warah matullahi wabarakatuh” tutupku dalam sebuah seminar hari ini.motifator kata yang cocok untukku. Dengan pakaian yang bisa di bilang    seperti pejabat-pejabat di DPR.Setelan Kemeja putih polos yang dibalut dengan Jas dan Celana Crocodil hitam beserta Sepatu hitam yang super mengkilap. Tak lupa, kaki kanan palsuku yang selalu setia mendampingi keman pun aku pergi. Hmm janga kaget    tentang kaki kanan ku. Karena dulu aku pun sama seperti kalian , sempurna. Mempunyai kedua kaki. Namun kesempurnaan itu menghilang dengan cepat karena... @@@ “Rizki..” teriak seorang laki-laki kepada ku dari seberang jalan. Namun aku tidak bergeming. Diriku terlanjur panik karena kaget melihat sebuah truk besar berjarak hanya beberapa inci dari tubuhku. Kucoba memberontak pada tubuh ku agar bisa bergerak menghindar. Perlahan tapi pasti...

Bunga Seroja dari Ibunda

Oleh : Muhammad Zahid Farhan “Malam itu di sebuah desa yang mana semilir angin merasuk kerumah-rumah. Semua orang karena terbawa suasana, menjadi terlena, tidur didalam balutan hangatnya selimut dan lampu teplok rumah masing-masing. Akan tetapi tidak dengan keluarga bapak Azhar, keluarganya sedang dalam keadaan yang sangat mencekam. Istrinya, sedang berjuang melahirkan seorang anak yang telah lama dinanti. Di bantu oleh seorang dukun beranak yang sudah berpengalaman dalam masalah ibu melahirkan”. “Pak Azhar hanya bisa membantu dengan menggenggam tangan istrinya. Ia cemas, terlihat sekali dari guratan wajah ibanya karena tak kuasa melihat keadaan istrinya yang menahan sakit karena melahirkan yang katanya sakitnya tak terperi. Selain itu istrinya sekarang sedang dalam keadaan antara hidup dan mati. Dalam hati ia hanya bisa berdoa. Semoga keluarganya masih bisa utuh dan menjadi tambah utuh dengan lahirnya anak yang selalu dinanti dengan selamat. Namun, apa dinyana”. Tiba-ti...

Antara Korupsi dan lagu Wakil Rakyat

Ego, memang benar Indonesia ini di penuhi oleh pemimpin berego tinggi. Mendahulukan kepentingan diri sendiri, keluarga dan kolega. Diri sendiri untuk memenuhi segala keinginan yang mungkin ketika sebelum menjadi pejabat tidak bisa di gapai atau bisa, akan tetapi ingin lebih. Keluarga, sudah jelas, tanpa keluarga merka merasa tidak bisa sampa ke jenjang menguasai jabatan. Kolega, ah bagi para pejabat mereka terlalu dekat dan biasanya mempunyai ocehan yang seandainya tidak diboikot dengan suap akan terus berkoar-koar. Wakil rakyat kumpulan orang-orang hebat, bukan kumpulan orang-orang dekat, apalagi sanak family. Entah sampai kapan ego ini lestari, aman dan tentram. Sampai kapan hal ini terus tumbuh dengan suburnya. Ketika satu orang menjabat, lalu mengajak keluarganya mencalonkan diri menjadi pejabat. Hingga akhirnya terbentuklah dinasti keluarga dalam pemerintahan. Akhirnya KKN pun menjadi makin jelas, budaya ini pun tak lebih menjadi kejahatan yang di turunkan kepada ana...

Gila

Tawa dalam dosa Terkekeh dengan mengepal tangan Menantang bagai so k jagoan Sayu ketika lelah dirasa Dosa set i ap saat ku langkah         Lama         Akhirnya aku tenggelam         Setelah dulu mencela tuhan         Aku tenggelam dalam istighfar         Dalam Tasbih Tahmid Takbir         Tenggelam dalam rasa penyesalan Baik a ku lupa dosa a ku ingat. Tak ingin rasanya Sedikit pun ku menanggung dosa Sekarang aku menjadi abdi Abdi soleh hingga mati Kuharap dan ku mohon Hidup sengsara matiku bahagia

Galeri

*Ini Hasil jepretanku pada acara Haul KH. Abdullah Faqih Langitan. Widang Tuban Jawa Timur. Hidup didunia ini hanyalah sebebentar. Ibarat menaiki angkutan untuk menuju tujuan yang kita inginkan. Jadi, mari kita hidup dengan bekerja bagaikan hidup selamanya dan beribadah bagaikan tiada lagi hari esok. Mereka yang telah mendahului kita adalah sebaik-baiknya tempat untuk di ambil pelajaran. Bahwa suatu saat kita akan menyusul mereka.

Air mata sang Garuda

Menangis melihat bangsa Generasi cerdas tak beradap Tanpa rasa hormat Untuk mereka pahlawan bangsa Merah putih jatuh harkat di  bawah Jauh dari memperjuangkannya Dihina generasi sendiri Generasi penikmat gemerlap kemerdekaan Indonesia Tawa mereka di atas nusantara Tak memahami banjir tangis ibu pertiwi Yang tak terlihat kasat mata Indonesia Tangis muitu akankah kami rasa Gema dentum bom tak lagi terdengar Bumi pertiwi kembali menangis. Perebutan Penuh Arti? Kemelut kekuasaan Di tengah kemerdekaan Memperebutkan satu kuasa Mempertaruhkan kehormatan Uang, tenaga merasa dihianati Gugatan di layangkan BerbagaI usaha di kucurkan Demi keadilan yang tersembunyi Kebohongan yang berkuasa Kemerdekaan ini menjadi saksi Demokrasi negri Panggang jauh dari api Disambut tepuk riuh kekeringan Teriakan kesusahan oleh kecurangan Pemerintah baru pemimpin baru Disambut kemelut baru Tatanan baru Merdeka Benarkah.? Merdeka ...

Sujud dan Baktiku

Aku berdiri dibelakang seorang imam. Dari sini akan bermula sebuah kesaksian, bukti setebal mana dan sehebat mana orang dalam beriman. Dimulai dengan mengangkat tangan untuk takbir yang di tegaskan oleh niat sebelumnya, hingga akhirnya ditutup oleh gerakan kepala untuk bersalam. Menuntaskan ritual kehambaan. Menyelasaikan kepalanya seluruh ibadah. Apabila sholatnya bagus. maka ibadah lainya sudah tentu bagus . Dengan kekhusuan yang bisa dibilang sempurna, bisa membuat manusia  tenggelam dalam lautan cinta. Sakit, benci, luka bahkan dunia akan terlupa dan terasa tiada. “Allahu akbar” imam bertakbir dengan suara yang menggema. Dia memulai rukun yang membuat hal mubah menjadi harom. Bicara, bergerak sembarangan, makan serta minum. Dia memulai dan menjadi contoh, ibarat dai ia melakukan hal yang paling efektif. Yakni dakwah Bil Hal. Dan itulah hal yang paling utama dari pada berbelit dengan suara lantang. Lebih baik dari para dai yang suka berkata ini dan itu. Tapi tida...

Madu, Mangkuk dan Sehelai Rambut

Rasulullah SAW dengan para sahabatnya Abu Bakar Ra,Umar Ra dan Ustman Ra bertamu kepada rumah Ali Ra. Di rumah Ali ra, istrinya sayidatina Fathimah Ra. putri rasul menghidangkan madu untuk mereka yang diletakkan pada sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan, sehelai rambut ikut dalam mangkuk itu. Kemudian baginda Rasul meminta pada semua sahabatnya untuk  membuat suatu perbandingan diantara ketiga benda jenis tersebut (mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut). Abu bakar Ra berkata : “Iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, Orang yang beriman itu lebih manis dari pada madu, dan mempertahankan iman itu lebih sulit dari pada meniti rambut” . Umar Ra berkata : “Kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu harus lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari pada meniti rambut”. Ustman Ra berkata : “Ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menunt...

Kerajaan Jiwa

“ Dimanapun dan kapanpun , selamanya. Setan akan terus menggoda. Perkuat dirimu untuk menhadapi segala tipu daya. Karena sesungguhnya Setan mengalir di dalam aliran darahmu ” Dulu, ada sebuah kerajaan yang begitu tentram. Kerajaan itu begitu subur, kaya, dan suci sejak kelahirannya. Kerajaan itu terkontrol dan tergerak oleh seorang raja. Raja yang sangat taat dan di dalam dirinya hanya rasa taat kepada Penciptanya. Dia bernama Hati.  Seorang raja yang berkuasa atas Jiwa sejak kelahiran manusia.  Ketaatannya, karena sumpah yang telah ia panjatkan sebelum kerajaannya terwujud di atas dunia.  Dalam kuasanya kehendak Fitrah manusia terjaga. Belas kasihan dan tenggang rasa membuat kerajan itu subur akan ucapan dzikir. Kaya akan penghambaan yang tulus serta suci karena keikhlasan dalam segala perbuatan. Akan tetapi, di balik itu ia memiliki musuh. Musuh sekutunya yang abadi sampai kerajaaan Jiwa runtuh. Raja sisi lain manusia. Pembawaan lahiriah manusia. Yang mempun...

Bersihmu Selamatkan Aku

Kebersihan sebagian dari iman. Buang lah sampah pada tempatnya.  Kata- kata itu terpajang dimana- mana. Mendikte kita akan kesadaran dalam hal kebersihan. Namun, bagai tak berguna kata- kata itu sering tidak di indahkan oleh kita. Padahal selain tulisan itu tempat sampah pasti telah di sediakan oleh pihak- pihak tertentu. Namun, sekali lagi bagai tak berdosa kita tetap membuang sampah tidak pada tempatnya . Karena merasa pihak-pihak tertentu sudah menyediakan orang- orang yang akan membersihkan sampah yang kita buang sembarangan itu. Sungguh tak menghargai dan sungguh mengenaskan menurut saya.  Nah itulah yang akan saya bahas sedikit lebih dalam. Saya tidak mau jauh-jauh membahas tingkat kesadaran akan kebersihan dalam lingkup terlalu luas. Tapi, cukup dalam lingkup kecil saja yaitu Pondok Pesantren.  Kesadaran membuang sampah pada tempatnya di pesantren kita ini masih bisa dibilang minim. Mengapa saya bisa berkata demikian. Karena, apabia kita lihat di langitan in...