Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Aswaja

Akhlaq dengan kedua orang tua - (Ngaji Sore)

Jangan sampai kedua orantuamu kamu anggap bagai teman sejawat. Berkata semaumu dan bersikap seenakmu. berkatanya dengan mereka dengan ucapan yang baik dan memuliakan. Bersikaplah rendah diri dihadapan mereka. dan jangan meninggikan suara di depan mereka. . Sedikitpun apa yang telah kamu lakukan untuk mereka. Maka itu tidak sebanding sedikit pun. Maka lakukanlah apa yang mereka perintahkan kepadamu selagi itu sebuah kebenaran. Dengarkanlah nasihat mereka lalu jalankan dalam keseharianmu selagi itu bisa kau lakukan. Laksanakan semampumu, persembahkan yang terbaik untuk mereka .  . Jangan lupa untuk mendoakan mereka di setiap sujud panjangmu. Di setiap saat kau berhadapan dengan Allah. Mintakan ampuanan untuk mereka. Mintalah rahmat dan welas kasih allah tercurah kepada mereka. Karena yang paling mereka welasi di dunia ini adalah kita. Anak yang terlahir dari darah daging mereka. Terutama ketika kita masih kecil.  . وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّ...

Hukum Jatuh Cinta di Dunia Maya

Di Era Modernisasi, yang kian renta dan jauh dari bahtera syariat Rasulullah, teknologi adalah sebuah pilihan. Antara Aplikatif-Progressif atau Aplikatif-Anarkis. Antara Maslahah atau Mafsadah. Tidak sedikit para pelajar yang kehilangan moral dan jati dirinya, hanya karena tergelincir problem aktualisasi sebuah teknologi. Namun, banyak juga yang kuasa memberdayakannya, sehingga mereka sukses menggapai kejayaanya. Sebagaimana Handphone, media komunikasi yang menjadit trand setter saat ini, dapat kita eksploitasi untuk meruntuhkan buah-buah pahala, seperti silaturrahim, dakwah online, dan lain sebaginya. Tapi, cukup mudah pula untuk kita fungsikan sebagai pendulang dosa, seperti hubungan dengan selain muhrim, kriminal, teror dan aksi-aksi Anarkis yang lain. Wal’iyadzu Billah. Secara prinsip, Komunikasi via HP (Telphon, SMS, MMS, BBM, 3G, Chatting, Facebook, Twitter, dan lain-lain) dengan lawan jenis selain muhrim, itu tinjauan hukumnya sama dengan komunikasi secara langsung. Artin...

Meluruskan Ngalap Berkah dalam pandangan ASWAJA

Berkah berasal dari bahasa arab ‘Barakah’ yang artinya az ziyadah wa an-nama’ min haitsu la yujadu bi al-hissi dhahiran (bertambah banyak dan meningkat yang tidak bisa ditemukan dengan panca indra secara nyata). Atau dalam istilah lain didefinisikan dengan Khoirun Ilahiyun Aldzi Yatazayyad (Kebaikan Tuhan yang selalu bisa bertambah banyak). Dengan demikian secara umum berkah itu akan selalu bisa bertambah dan meningkat menjadi banyak dan tidak bisa ditebak. Ngalap berkah sendiri adalah salah salah satu dari bentuk bertawasul kepada Allah, yakni membuat perantara menuju Allah agar doa dan permohonannya dikabulkan. Ngalap berkah sendiri adalah termasuk salah satu hal yang dikerjakan oleh para sahabat sejak zaman Nabi Saw. dan diteruskan oleh para salaf as-saleh sampai pada masa sekarang ini. Ajaran ngalap berkah tidaklah bertentangan dengan ajaran Rasulullah saw, karena banyak sekali hadis-hadis yang memperbolehkan praktik ini terutama ngalap berkah dari orang-orang saleh. Diriway...