Skip to main content

Posts

Showing posts with the label cerpen

Tuhan Peluk Aku dengan Cintamu

Cinta dan pujian dari mahluk hanyalah kesemuan belaka. Namun cinta  dari sang  maha pencipta itulah kenyataan yang indah. Gemerlap bintang dan ketenangan cahaya rembulan. Menghiasi keindahan malam di desa lereng Gunung Salak. Semilir hembusan angin malam yang sejuk, memberikan ketenangan bagi para pecinta Tuhan. Hembusan yang membawa rasa nikmat berkencan dengan Tuhan. Bersujud, bermunajat sampai adzan subuh berkumandang. Begitu pula Rahman.  Malam ini ia seperti biasa mempersembahkan sepertiga malam yang dimiliki untuk bermunajat kepada  sang pencipta cinta. Walau hawa dingin terasa menusuk hingga  ke tulang, bukanlah penghalang baginya untuk mengirim surat cinta kepada kekasihnya. Walau belum pernah terbalaskan. Baginya tak apa. Karena inilah cinta sejati, sebuah cinta yang terlupakan oleh kebanyakan orang,cinta yang tak akan musnah walau datangnya kematian. Dalam sujudnya, ia selalu mencoba tuk merayu,meminta balasan yang tak kunjung ia dapatkan. “...

Menulis Kebohongan

Aku kembali bersemangat tatkala suplemen baru saja aku dapatkan. Kini aku ingin kembali menulis. Kucari posisi yang sekiranya nyaman untuk menulis. Tempat sepi menjadi pilihanku. Sejurus kemudian Ku ambil meja dan kusandarkan tubuhku ke tembok. Pulpen dan buku telah tersajikan di hadapanku.  Aku mulai menulis kalimat SANTRI, “stop” terdengar olehku teriakan pelan dari atas lembaran buku yang telah kubuka sedari tadi. Kulihat mahluk kecil berdiri sambil berkacak pinggang, menghentikan satu langkah imajinasiku. Raut wajahnya mirip denganku, seperti bercermin. Tubuhnya bergoyang pelan tak mau diam, kuamati lagi lebih dekat. Persis denganku.  “Wah, mahluk apa ini.” Aku membatin. “Why…? dan siapa kau?” Selidikku heran membuka percakapan. “Pokoknya berhenti menulis. Mau tahu siapa aku? Ah, nggak penting, yang jelas berhenti, jangan dilanjutkan.”  Jawabnya dengan nada datar dan cuek. “Lah, kamu itu gimana sih, ditanya kamu siapa, nggak jawab, ditanya alasanny...

Datangi Aku dengan Kabar Bahagia

Santri dan Sambangan Bak ajal. Sambangan bisa saja membuatmu menyesal. Suara Panggilan tak lagi terdengar menyenangkan Matahari makin meninggi. Merayap menuju puncak klimaks hari ini. Pagi ini dalam balutan hawa  yang lumayan sejuk. Bajuku basah meresap peluh di punggung. Tidak hanya aku. Beberapa temanku yang sedang beristirahat untuk melepas lelah pun merasakan demikian.  Banjir keringat. Ternyataroan di taman sekecil ini pun bisa menghasilkan keringat yang lumayan banyak. Sembari melepas lelah. Aku duduk-duduk bersama dua temanku yang masih memilih ngaso di serambi depan asrama Daar at-Tauhid. Hanya mereka yang tersisa. Setelah merasa puas beristirahat yang lain memilih pergi kelapangan untuk mengikuti olahraga mingguan. Hari ini hari jum’at seluruh kegiatan libur.  Jadi mereka bisa bebas memilih olahraga yang mereka inginkan sampai jam sepuluh pagi. Sambil melepas lelah. Aku dan kedua temanku berbincang-bincang ringan. Sesekali bercanda dan tertawa ...

Bangkit Indonesia, Indonesia Juara

“Sudahlah Juo, jangan terlalu sedih, kita masih punya kesempatan dipertandingan kedua.” ucap pelatih kepadaku, mencoba menghiburku yang sedang manangis. kami semua sedang berada diruang ganti stadion, baru selesai menjalani pertandingan yang amat sangat penting. Dengan keadaan kepala tertunduk,  karena kami harus kalah 2 – 1 melawan Vietnam dipertandingan final leg pertama kejuaraan sepak bola U-15 antar negara ASEAN. Bukan hanya itu, kami kalah dihadapan pendukung kami sendiri, ditanah air Indonesia, dan yang membuatku amat sedih, ialah aku yang menjadi andalan timnas Indonesia, untuk bisa memenangkan pertandingan ini hanya bisa bermain selama tiga puluh menit saja. Ketika aku sedang menggiring bola dari sisi lapangan, tiba-tiba salah satu lawan berlari dari arah kananku, dan langsung menghantam kakiku. Seketika itu pun aku jatuh, terpental beberapa langkah dari tempat aku berdiri semula. Aku meringis menahan sakit dikaki kananku, dengan sigap para petugas medis membo...

Aisyah Jadilah Kuat Seperti Khodijah

          Di saat yang tidak terduga. Ibuku melahirkan. Tanpa diserartai keluarga dan sanak saudara. Mungkin. Itulah yang aku tahu. Kabar ibu melahirkan aku dapat ketika adik kecil telah masuk ke alam yang baru setelah alam kandungan. Aku bergembira. Akhirnya setelah sembilan tahun menunggu. Adik yang aku harap-harapkan terlahir dengan proses caesar serta dalam keadaan sehat dan selamat. Kebahagiaan menyelimuti keluarga kami.           Tepatnya pada tanggal 09 April 2005 Adikku mengenal dunia ini. Seperti biasa yang dialami bayi pada waktu dilahirkan, tangis menjadi awal percakapan dengan keluarga yang mencintainya. ASI menjadi asupan gizi pertama yang ia konsumsi. Ketika ia lahir ibu belum sama sekali menyiapkan nama. Hal itu terlihat tatkala ibu di tanya bidan tentang nama yang akan di tulis dalam akte kelahiran. Melihat hal itu aku nyeletuk bertanya kepada ibu.    ...

Setengah dari 1/4

*Al-Mughniy                 “Kriiinngg…” jam becker dihadapan telingaku berteriak. Aku terbangun dari hangatnya selimut mimpi malam tadi. Tak lama, suara adzanpun berkumandang usai kumatikan teriakan jam tadi.  Aku bergeming, “Hari apa ni?” lantas ku raih Experia M2 Aqua ku yang berada tak jauh dari jam becker tadi. Kutengok Memo , ternyata benar, rabu ini aku ada tugas penelitian buat bahan skripsiku. “gw harus bisa melewati ini semua dengan baik!”gumamku kecil seraya beranjak menuju kamar kecil. ***                 Hari semakin petang, meski terlihat sang surya masih betah bertengger diufuk barat sana. Sehabis ngumpul dan nyantai bareng dengan teman-teman kampusku, aku rasa sudah waktunya aku kembali kerumah sebelum nantinya matahari benar-benar tenggelam. “SUCCES” kembali kata itu kutulis dimemo smartphoneku ini samb...