Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pesantren

Menulis Kebohongan

Aku kembali bersemangat tatkala suplemen baru saja aku dapatkan. Kini aku ingin kembali menulis. Kucari posisi yang sekiranya nyaman untuk menulis. Tempat sepi menjadi pilihanku. Sejurus kemudian Ku ambil meja dan kusandarkan tubuhku ke tembok. Pulpen dan buku telah tersajikan di hadapanku.  Aku mulai menulis kalimat SANTRI, “stop” terdengar olehku teriakan pelan dari atas lembaran buku yang telah kubuka sedari tadi. Kulihat mahluk kecil berdiri sambil berkacak pinggang, menghentikan satu langkah imajinasiku. Raut wajahnya mirip denganku, seperti bercermin. Tubuhnya bergoyang pelan tak mau diam, kuamati lagi lebih dekat. Persis denganku.  “Wah, mahluk apa ini.” Aku membatin. “Why…? dan siapa kau?” Selidikku heran membuka percakapan. “Pokoknya berhenti menulis. Mau tahu siapa aku? Ah, nggak penting, yang jelas berhenti, jangan dilanjutkan.”  Jawabnya dengan nada datar dan cuek. “Lah, kamu itu gimana sih, ditanya kamu siapa, nggak jawab, ditanya alasanny...

Profil Pesantren Nurul Furqon (Pesantren Tilawah Pertama Di Bogor)

Suasana Mengaji Pondok Pesantren Nurul Furqon. PONDOK Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional tertua di Indonesia. Pengajaran di pesantren menggunakan sistem sorogan dan bandungan yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya. Dalam perkembangan selanjutnya, selaras dengan kemajuan zaman, metode dan sistem pengajaran di pesantren diperkaya dengan sistem kelas dengan tidak meninggalkan inti pengajaran pesantren. Dengan sistem ini, yang memberikan pengajaran tidak lagi harus seorang kiai, juga ada guru/ustadz/ustadzah sesuai dengan materi pelajaran. Pembelajaran bersifat massal, menggunakan kurikulum yang jelas, lama belajar ditentukan sesuai dengan jenjang-jenjang pendidikan dan kelasnya. Mata pelajaran bukan cuma bidang-bidang ilmu agama, tapi juga ilmu umum. Sekalipun demikian, sistem sorogan dan bandungan serta figur seorang kiai/ustadz yang menjadi panutan dan kharismatik, tak bisa dipisahkan dari ciri khas pesantren sebagai lembaga transformasi nila...

Rajab Bulan Kemulyaan

Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi saw berkata “Rajab itu bulannya Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku.” Bulan Rajab adalah salah satu bulan istimewa dalam kalender islami. Kata Rajab berasal dari kata at-Tarjib, yang berarti “penghormatan” (at-Ta’zhim). Barangkali rahasia penamaan ini karena orang-orang Arab mengkhususkannya dengan berbagai penghormatan. Dikarenakan begitu banyak keistimewaan dan keutamaan di dalamnya. Maka dari itu pada edisi kali ini kami akan memaparkan segala hal tentang bulan rajab mulai dari etimologi hingga amalan-amalan yang biasa di lakukan dibulan rajab. Arti bulan Rajab Dan Peristiwa Besar didalamnya Secara etimologis, Rajab mengandung makna “kebesaran” atau “kemuliaan”. Bulan Rajab berarti bulan yang mengandung peristiwa besar, dan sangat dimuliakan. Tak hanya masyarakat Arab pasca-Islam yang menamai bulan ini Rajab. Zaman sebelum Islam diturunkan, yakni masyarakat Jahiliyah  telah menamai bulan ini dengan ...

Galeri

*Ini Hasil jepretanku pada acara Haul KH. Abdullah Faqih Langitan. Widang Tuban Jawa Timur. Hidup didunia ini hanyalah sebebentar. Ibarat menaiki angkutan untuk menuju tujuan yang kita inginkan. Jadi, mari kita hidup dengan bekerja bagaikan hidup selamanya dan beribadah bagaikan tiada lagi hari esok. Mereka yang telah mendahului kita adalah sebaik-baiknya tempat untuk di ambil pelajaran. Bahwa suatu saat kita akan menyusul mereka.

Bersihmu Selamatkan Aku

Kebersihan sebagian dari iman. Buang lah sampah pada tempatnya.  Kata- kata itu terpajang dimana- mana. Mendikte kita akan kesadaran dalam hal kebersihan. Namun, bagai tak berguna kata- kata itu sering tidak di indahkan oleh kita. Padahal selain tulisan itu tempat sampah pasti telah di sediakan oleh pihak- pihak tertentu. Namun, sekali lagi bagai tak berdosa kita tetap membuang sampah tidak pada tempatnya . Karena merasa pihak-pihak tertentu sudah menyediakan orang- orang yang akan membersihkan sampah yang kita buang sembarangan itu. Sungguh tak menghargai dan sungguh mengenaskan menurut saya.  Nah itulah yang akan saya bahas sedikit lebih dalam. Saya tidak mau jauh-jauh membahas tingkat kesadaran akan kebersihan dalam lingkup terlalu luas. Tapi, cukup dalam lingkup kecil saja yaitu Pondok Pesantren.  Kesadaran membuang sampah pada tempatnya di pesantren kita ini masih bisa dibilang minim. Mengapa saya bisa berkata demikian. Karena, apabia kita lihat di langitan in...