Memalukan !!, kenapa kau bisa kalah dengan penulis kemarin sore. Sudah berapa lama kamu masuk dalam dunia ini…? “ matanya menatap tajam kepadaku. Seolah merendahkan. Suaranya besar dan lantang. Mulutnya bau. Air liurnya muncrat kemana-mana. Wajahnya seram. Saking seramnya untuk mengelap air yang berjatuhan di wajahku saja tak kuasa. bungkam. Dalam keadaan seperti ini mulutku terbungkam. “Jawab, kenapa kau hanya diam ?” Kali ini dengan suara yang lebih tinggi. bulu kudukku berdiri. andai mereka punya kaki mungkin mereka sudah beranjak dari kulitku. Kalau saja tubuh ini bisa di ajak kompromi aku sudah lari dari tadi. Rasa takut ini membuat tubuh ini seperti membeku. “Jawab” lagi, air liurnya tumpa, semakin membanjiri wajah dan mulai mengalir ke arah baju. Sulit. Sangat keras. Ku coba angkat tanganku s...
Memberikan cerita, berita dan kebahagian bersama.