Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerita bersambung

Bagian pertama,Terjatuh dalam Mimpi

          Memalukan !!, kenapa kau bisa kalah dengan penulis kemarin sore. Sudah berapa lama kamu masuk dalam dunia ini…? “ matanya menatap tajam kepadaku. Seolah merendahkan. Suaranya besar dan lantang. Mulutnya bau. Air liurnya muncrat kemana-mana. Wajahnya seram.  Saking seramnya untuk mengelap air yang berjatuhan di wajahku saja tak kuasa. bungkam. Dalam keadaan seperti ini mulutku terbungkam.           “Jawab, kenapa kau hanya diam ?” Kali ini dengan suara yang lebih tinggi. bulu kudukku berdiri. andai mereka punya kaki mungkin mereka sudah beranjak dari kulitku. Kalau saja tubuh ini bisa di ajak kompromi aku sudah lari dari tadi. Rasa takut ini membuat tubuh ini seperti membeku.           “Jawab”  lagi, air liurnya tumpa, semakin membanjiri wajah dan mulai mengalir ke arah baju. Sulit. Sangat keras. Ku coba angkat tanganku s...

Diary Indah sang Senja

“Bagiku dia adalah permata yang tak ternilai harganya oleh apapun. Kehilangan dia adalah sebuah bencana besar dalam hidupku. Ia adalah pelipur lara dari kerinduanku akan sosok Nirmala. Wajahnya yang menitiskan sedikit pancaran bidadariku membuat hati tenang dan bahagia bukan main, kepolosannya mengingatkanku pada setiap  kejujuran kata yang selalu di ucapkan Nirmala, perhiasan dunia yang di persembahkan Allah kepadaku. Dan benar, kini dia pergi. Mencari sesuatu yang belum ia dapatkan di bawah dekapan pendidikanku.” “Sementara memang, akan tetapi itu terlalu lama bagiku. Nafsuku berkata, biar dia terus berada dalam pelukku, akan tetapi hatiku berkata, ‘kau dan Nirmala membutuhkan doanya, dedikasimu saja tak cukup. Habis sudah nafsuku terbantai oleh rasa cinta hati oleh Nirmala dan putranya, Zakaria.” “Aku kini harus sendiri, menjalani hari dengan jam yang sedikit berbeda. Tidak ada lagi mengantar dan menjemput Zakaria, tak ada lagi mengajaknya berjamaah di surau setiap...

Langkah Satu Windu

Leoafza Images Langkahnya berat meninggalkan anak satu-satunya di kampung orang.  Bagaimana tidak. Diusia yang masih sangatlah muda. Anaknya harus menampuk beban harapan yang sangat besar. Orang tua mana yang tidak berat berpisah dengan anaknya.  Guratan-guratan khawatir terus terlukis dalam hatinya. Wajah murung hampir terpancar.akan tetapi harapan warga desa menghalangi ekspresi itu muncul. Digantinya dengan senyum paksa dan lambaian tangan tanda berpisah. Sang anak berdiri tegap di gerbang. Sang Ayah berbalik menaiki tangga dengan langkah kaki yang terasa seperti mengangkat beban berton-ton.  Ingin sedikit menengok, hati menghalangi. Air mata tertahan oleh kehormatan seorang lelaki.  Sedikit lagi ia akan berpisah dalam waktu yang sangat lama. Sementara itu, Zakaria anaknya berdiri termenung melihat kepergian Ayahnya. Terbesit dalam hati kecilnya. Ingin mengejar sang Ayah dan memberikan pelukan terakhir dalam waktu yang lama. Hati mendukungnya. Ia berlar...

Bunga Seroja dari Ibunda

Oleh : Muhammad Zahid Farhan “Malam itu di sebuah desa yang mana semilir angin merasuk kerumah-rumah. Semua orang karena terbawa suasana, menjadi terlena, tidur didalam balutan hangatnya selimut dan lampu teplok rumah masing-masing. Akan tetapi tidak dengan keluarga bapak Azhar, keluarganya sedang dalam keadaan yang sangat mencekam. Istrinya, sedang berjuang melahirkan seorang anak yang telah lama dinanti. Di bantu oleh seorang dukun beranak yang sudah berpengalaman dalam masalah ibu melahirkan”. “Pak Azhar hanya bisa membantu dengan menggenggam tangan istrinya. Ia cemas, terlihat sekali dari guratan wajah ibanya karena tak kuasa melihat keadaan istrinya yang menahan sakit karena melahirkan yang katanya sakitnya tak terperi. Selain itu istrinya sekarang sedang dalam keadaan antara hidup dan mati. Dalam hati ia hanya bisa berdoa. Semoga keluarganya masih bisa utuh dan menjadi tambah utuh dengan lahirnya anak yang selalu dinanti dengan selamat. Namun, apa dinyana”. Tiba-ti...