Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2016

Diary Indah sang Senja

“Bagiku dia adalah permata yang tak ternilai harganya oleh apapun. Kehilangan dia adalah sebuah bencana besar dalam hidupku. Ia adalah pelipur lara dari kerinduanku akan sosok Nirmala. Wajahnya yang menitiskan sedikit pancaran bidadariku membuat hati tenang dan bahagia bukan main, kepolosannya mengingatkanku pada setiap  kejujuran kata yang selalu di ucapkan Nirmala, perhiasan dunia yang di persembahkan Allah kepadaku. Dan benar, kini dia pergi. Mencari sesuatu yang belum ia dapatkan di bawah dekapan pendidikanku.” “Sementara memang, akan tetapi itu terlalu lama bagiku. Nafsuku berkata, biar dia terus berada dalam pelukku, akan tetapi hatiku berkata, ‘kau dan Nirmala membutuhkan doanya, dedikasimu saja tak cukup. Habis sudah nafsuku terbantai oleh rasa cinta hati oleh Nirmala dan putranya, Zakaria.” “Aku kini harus sendiri, menjalani hari dengan jam yang sedikit berbeda. Tidak ada lagi mengantar dan menjemput Zakaria, tak ada lagi mengajaknya berjamaah di surau setiap...

Langkah Satu Windu

Leoafza Images Langkahnya berat meninggalkan anak satu-satunya di kampung orang.  Bagaimana tidak. Diusia yang masih sangatlah muda. Anaknya harus menampuk beban harapan yang sangat besar. Orang tua mana yang tidak berat berpisah dengan anaknya.  Guratan-guratan khawatir terus terlukis dalam hatinya. Wajah murung hampir terpancar.akan tetapi harapan warga desa menghalangi ekspresi itu muncul. Digantinya dengan senyum paksa dan lambaian tangan tanda berpisah. Sang anak berdiri tegap di gerbang. Sang Ayah berbalik menaiki tangga dengan langkah kaki yang terasa seperti mengangkat beban berton-ton.  Ingin sedikit menengok, hati menghalangi. Air mata tertahan oleh kehormatan seorang lelaki.  Sedikit lagi ia akan berpisah dalam waktu yang sangat lama. Sementara itu, Zakaria anaknya berdiri termenung melihat kepergian Ayahnya. Terbesit dalam hati kecilnya. Ingin mengejar sang Ayah dan memberikan pelukan terakhir dalam waktu yang lama. Hati mendukungnya. Ia berlar...

Kudus, Kompilasi Alam dan Budaya

Santri Bukti Cinta Negeri  Bismillah ar-Rahman ar-Rahim . Dengan basmalah saya mulai tulisan ini. Saya merupakan santri di salah satu pondok pesantren di Jawa Timur. Saya lahir di daerah pinggiran Jakarta, tepatnya diantara Kota Jakarta dan Bekasi. Sebuah lokasi yang cukup strategis karena di api t oleh dua kota dengan suasana semi modern. Daerah yang menurut saya sangat nyaman , karena selain dapat menikmati suasana modern kota, saya masih tetap bisa merasakan hijaunya alam saat berkunjung ke lapangan sepakbola warga sekitar yang kiri kanannya masih dipenuhi dengan kebun dan empang. Cukup segar untuk menenangkan pikiran saat merasakan kejenuhan di rumah ketika liburan. Dalam tulisan kali ini , saya ingin membawa para pembaca menikmati betapa eksotisnya neg e ri tercinta ini dengan keanekaragaman seni, budaya, sosial serta keindahan alamnya. Lewat p erjalanan yang saya lakukan ketika masih berumur 15 dan 17 tahun dulu, saya berhasil mengeksplor kear...

Bahagia dalam Ukhuwah

Ketika Berkumpul bersama Alumni       Di mulai dengan bahagia. Hari ini masih diberi sehat oleh Allah SWT. Selain itu hari ini   banyak juga kekecewaan yang saya dapatkan. Mulai dari tidak jadi mencuci pakaian karena ketiduran, tidak sempat baca al-Kahfi dan yang terakhir tidak sempat memabaca wirdul Lathif dan al-Waqiah ketika sore menjelang. Serasa jum’at ini seperti tidak ada kebaikan yang saya dapatkan.        Akan tetapi dihari yang semua kegiatan pondok libur ini. Saya mendapatkan pelajaran baru dari forum perkumpulan organisasi daeah yang bernama ISLAJ. Akronim dari Ikatan Santri dan Alumni Langitan asal Jakarta, Bogor, Depok ,Tangerang, Bekasi. Akronim yang mempunyai arti dan makna yang sangat dalam bagi saya.        Orda ini adalah peninggalan atau warisan dari senior kami terdahulu. Menurut penuturan Ust. Nahrowi. Penggagasnya adalah H. Sholeh Maroni atas mandat langsung dari al-Maghfurlah KH. Abdullo...

Teruntuk Ponpes Nurul Furqon

Semua orang pasti bangga tatkala sebuah lembaga pendidikan seperti pesantren yang dulu kita belajar disana berkembang pesat. Menjadi lebih maju da bias membuat karya-karya yang sangat bagus. Memang tebilang telat tapi semua yang saya tulis ini adalah benar-benar sebuah rasa syukur atas kemajuan yang di peroleh Pesantren al-Qur’an Nurul Furqon al-Husni Cibinong bogor. Dengan makin berkembanngnya pesantren dalam segi kualitas dan kuantitas semoga pesantren Nurul Furqon makin maju dan berkah. Makin banyak santrinya serta makin luas tempat melakukan kegiatan belajar mengajar. Dan semoga saja jikalau saya di beri umur panjang saya bisa terus bersilaturrohim ke pesanren Nurul Furqon serta bisa mempunyai kesempatan untuk menjadi salah satu pengajar disana. Demi mengabdi kepada Kyai serta gugru-guru saya disana. Yang ingin berkunjung ke web Ponpes Nurul Furqon Klik  Disini

Bismillah, Sukses !!!

Tidak ada yang tidak punya musuh        Dengan menyebut nama Ilahi. Bismillahi ar-Rahmani ar-Rahimi. Mulai sekarang dan seterusnya Insya Alllah saya akan memulai babak baru. Akan saya tuliskan segala kesimpulan  diri di ujung hari. Apa yang saya dapatkan pada setiap harinya. Entah itu ilmu atau mungkin pemikiran baru. Semoga saja. Semoga Alllah meridloi dan merahmati serta bermanfaat bagi semua orang yang membacanya dan meng-share-nya.       Hari ini seperti biasa bangun sebelum subuh, pergi kemushola, ngaji, sekolah dan kebiasaan lainya.  Yang berbeda, hari ini jadwal berolahraga yang di programkan oleh sekolah dua minggu sekali. Alhamdulillah lumayan untuk membakar tubuh dan menikmati masa muda selagi masih diberikan nikmat kekuatan untuk berlari menyesuri lapangan, menendang bola sepak serta melemparnya di sepanjang permainan sepak bola dengan bola takraw.       Di mulai dengan sekolah yang hanya berisi materi...