Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2017

Datangi Aku dengan Kabar Bahagia

Santri dan Sambangan Bak ajal. Sambangan bisa saja membuatmu menyesal. Suara Panggilan tak lagi terdengar menyenangkan Matahari makin meninggi. Merayap menuju puncak klimaks hari ini. Pagi ini dalam balutan hawa  yang lumayan sejuk. Bajuku basah meresap peluh di punggung. Tidak hanya aku. Beberapa temanku yang sedang beristirahat untuk melepas lelah pun merasakan demikian.  Banjir keringat. Ternyataroan di taman sekecil ini pun bisa menghasilkan keringat yang lumayan banyak. Sembari melepas lelah. Aku duduk-duduk bersama dua temanku yang masih memilih ngaso di serambi depan asrama Daar at-Tauhid. Hanya mereka yang tersisa. Setelah merasa puas beristirahat yang lain memilih pergi kelapangan untuk mengikuti olahraga mingguan. Hari ini hari jum’at seluruh kegiatan libur.  Jadi mereka bisa bebas memilih olahraga yang mereka inginkan sampai jam sepuluh pagi. Sambil melepas lelah. Aku dan kedua temanku berbincang-bincang ringan. Sesekali bercanda dan tertawa ...

Profil Pesantren Nurul Furqon (Pesantren Tilawah Pertama Di Bogor)

Suasana Mengaji Pondok Pesantren Nurul Furqon. PONDOK Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional tertua di Indonesia. Pengajaran di pesantren menggunakan sistem sorogan dan bandungan yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya. Dalam perkembangan selanjutnya, selaras dengan kemajuan zaman, metode dan sistem pengajaran di pesantren diperkaya dengan sistem kelas dengan tidak meninggalkan inti pengajaran pesantren. Dengan sistem ini, yang memberikan pengajaran tidak lagi harus seorang kiai, juga ada guru/ustadz/ustadzah sesuai dengan materi pelajaran. Pembelajaran bersifat massal, menggunakan kurikulum yang jelas, lama belajar ditentukan sesuai dengan jenjang-jenjang pendidikan dan kelasnya. Mata pelajaran bukan cuma bidang-bidang ilmu agama, tapi juga ilmu umum. Sekalipun demikian, sistem sorogan dan bandungan serta figur seorang kiai/ustadz yang menjadi panutan dan kharismatik, tak bisa dipisahkan dari ciri khas pesantren sebagai lembaga transformasi nila...

Bangkit Indonesia, Indonesia Juara

“Sudahlah Juo, jangan terlalu sedih, kita masih punya kesempatan dipertandingan kedua.” ucap pelatih kepadaku, mencoba menghiburku yang sedang manangis. kami semua sedang berada diruang ganti stadion, baru selesai menjalani pertandingan yang amat sangat penting. Dengan keadaan kepala tertunduk,  karena kami harus kalah 2 – 1 melawan Vietnam dipertandingan final leg pertama kejuaraan sepak bola U-15 antar negara ASEAN. Bukan hanya itu, kami kalah dihadapan pendukung kami sendiri, ditanah air Indonesia, dan yang membuatku amat sedih, ialah aku yang menjadi andalan timnas Indonesia, untuk bisa memenangkan pertandingan ini hanya bisa bermain selama tiga puluh menit saja. Ketika aku sedang menggiring bola dari sisi lapangan, tiba-tiba salah satu lawan berlari dari arah kananku, dan langsung menghantam kakiku. Seketika itu pun aku jatuh, terpental beberapa langkah dari tempat aku berdiri semula. Aku meringis menahan sakit dikaki kananku, dengan sigap para petugas medis membo...

Bagian pertama,Terjatuh dalam Mimpi

          Memalukan !!, kenapa kau bisa kalah dengan penulis kemarin sore. Sudah berapa lama kamu masuk dalam dunia ini…? “ matanya menatap tajam kepadaku. Seolah merendahkan. Suaranya besar dan lantang. Mulutnya bau. Air liurnya muncrat kemana-mana. Wajahnya seram.  Saking seramnya untuk mengelap air yang berjatuhan di wajahku saja tak kuasa. bungkam. Dalam keadaan seperti ini mulutku terbungkam.           “Jawab, kenapa kau hanya diam ?” Kali ini dengan suara yang lebih tinggi. bulu kudukku berdiri. andai mereka punya kaki mungkin mereka sudah beranjak dari kulitku. Kalau saja tubuh ini bisa di ajak kompromi aku sudah lari dari tadi. Rasa takut ini membuat tubuh ini seperti membeku.           “Jawab”  lagi, air liurnya tumpa, semakin membanjiri wajah dan mulai mengalir ke arah baju. Sulit. Sangat keras. Ku coba angkat tanganku s...

Aisyah Jadilah Kuat Seperti Khodijah

          Di saat yang tidak terduga. Ibuku melahirkan. Tanpa diserartai keluarga dan sanak saudara. Mungkin. Itulah yang aku tahu. Kabar ibu melahirkan aku dapat ketika adik kecil telah masuk ke alam yang baru setelah alam kandungan. Aku bergembira. Akhirnya setelah sembilan tahun menunggu. Adik yang aku harap-harapkan terlahir dengan proses caesar serta dalam keadaan sehat dan selamat. Kebahagiaan menyelimuti keluarga kami.           Tepatnya pada tanggal 09 April 2005 Adikku mengenal dunia ini. Seperti biasa yang dialami bayi pada waktu dilahirkan, tangis menjadi awal percakapan dengan keluarga yang mencintainya. ASI menjadi asupan gizi pertama yang ia konsumsi. Ketika ia lahir ibu belum sama sekali menyiapkan nama. Hal itu terlihat tatkala ibu di tanya bidan tentang nama yang akan di tulis dalam akte kelahiran. Melihat hal itu aku nyeletuk bertanya kepada ibu.    ...