Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2018

10 Peristiwa di Bulan Muharrom

Masa kebangkitan, keemasan, dan kehancuran suatu umat terjadi silih berganti, dari satu generasi ke generasi yang lain, dari suatu abad ke abad yang lainnya. Peristiwa-peristiwa itu terus bergulir dengan pasti, sesuai dengan sunnatullah. Semua peristiwa tersebut merupakan pelajaran yang amat berharga bagi kita dan bagi generasi yang akan datang, untuk memilih mana yang baik yang harus diikuti dan mana yang buruk yang harus dihindari. Hari sepuluh Muharram atau hari Asyura merupakan hari bersejarah. Menurut beberapa riwayat disebutkan, banyak peristiwa penting terjadi di hari itu pada masa yang lalu, di antaranya disebutkan sebagai berikut: Nabi Adam ‘alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya. Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan. Selamatnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dari siksa Namrud, berupa api yang membakar. Nabi Yu...

Hukum Jatuh Cinta di Dunia Maya

Di Era Modernisasi, yang kian renta dan jauh dari bahtera syariat Rasulullah, teknologi adalah sebuah pilihan. Antara Aplikatif-Progressif atau Aplikatif-Anarkis. Antara Maslahah atau Mafsadah. Tidak sedikit para pelajar yang kehilangan moral dan jati dirinya, hanya karena tergelincir problem aktualisasi sebuah teknologi. Namun, banyak juga yang kuasa memberdayakannya, sehingga mereka sukses menggapai kejayaanya. Sebagaimana Handphone, media komunikasi yang menjadit trand setter saat ini, dapat kita eksploitasi untuk meruntuhkan buah-buah pahala, seperti silaturrahim, dakwah online, dan lain sebaginya. Tapi, cukup mudah pula untuk kita fungsikan sebagai pendulang dosa, seperti hubungan dengan selain muhrim, kriminal, teror dan aksi-aksi Anarkis yang lain. Wal’iyadzu Billah. Secara prinsip, Komunikasi via HP (Telphon, SMS, MMS, BBM, 3G, Chatting, Facebook, Twitter, dan lain-lain) dengan lawan jenis selain muhrim, itu tinjauan hukumnya sama dengan komunikasi secara langsung. Artin...

Meluruskan Ngalap Berkah dalam pandangan ASWAJA

Berkah berasal dari bahasa arab ‘Barakah’ yang artinya az ziyadah wa an-nama’ min haitsu la yujadu bi al-hissi dhahiran (bertambah banyak dan meningkat yang tidak bisa ditemukan dengan panca indra secara nyata). Atau dalam istilah lain didefinisikan dengan Khoirun Ilahiyun Aldzi Yatazayyad (Kebaikan Tuhan yang selalu bisa bertambah banyak). Dengan demikian secara umum berkah itu akan selalu bisa bertambah dan meningkat menjadi banyak dan tidak bisa ditebak. Ngalap berkah sendiri adalah salah salah satu dari bentuk bertawasul kepada Allah, yakni membuat perantara menuju Allah agar doa dan permohonannya dikabulkan. Ngalap berkah sendiri adalah termasuk salah satu hal yang dikerjakan oleh para sahabat sejak zaman Nabi Saw. dan diteruskan oleh para salaf as-saleh sampai pada masa sekarang ini. Ajaran ngalap berkah tidaklah bertentangan dengan ajaran Rasulullah saw, karena banyak sekali hadis-hadis yang memperbolehkan praktik ini terutama ngalap berkah dari orang-orang saleh. Diriway...

Inilah Hukum Berpartai bagi Umat Islam

Sebagaimana pendapat ulama Ahlu Sunah wal Jama’ah, Nabi Saw. tidak menyampaikan  nash sharih  tentang sistem kekhalifahan. Kekhalifahan adalah masalah  ijtihad iyah  atau  ikhtiyari yah . Status khalifah yang diperoleh Abu Bakar ra. setelah Nabi Saw. wafat bukan berdasarkan penunjukan oleh beliau. Abu Bakar ditunjuk oleh para sahabat yang kemudian dibaiat sebagai khalifah (pengganti Rasulullah Saw.). Dinukil dari kitab  Al fiqh al Islami , “Tidak disyaratkan menggunakan sistem khilafah. Yang terpenting adalah negara patuh dan tunduk kepada pemerintah dan orang-orang yang menjalankan urusan mereka, dan menolak bengkalai yang kian membludak.” Itulah mengapa, dalam konteks Indonesia, demokrasi masih dianggap mampu “mengkondisikan” negara. Sebagian orang merasa enggan berpartisipasi dalam partai. Mereka mengganggap bahwa partai hanya memuat urusan politis dan janji-janji palsu. Demokrasi di Indonesia dinilai sebagai demokrasi modern yang tidak mengandu...