Badanya lusuh. Berjalan berdampingan si buta yang lemah. Tubuhnya tak terurus. Jangankan mandi, makan pun belum tentu. Si buta lemah. Mencoba sendiri agar tak di peras si lusuh tapi tak bisa. Si lusuh cari uang dari si buta. Si buta mengais uang dari yang iba. Mengeluh, marah, mendurja dunia. Kereta kelas satu matanya tak peduli Kereta kelas tiga. Matanya enak di pandang dan penuh iba. Si lusuh bergantung pada si buta Si buta bergantung pada si lusuh. Seharian penuh tanpa makanan Seharian penuh mereka tak minta di jalan. Si buta lemah, panas dan sakit karena lelah. Si lusuh kuat, tapi apa daya. Tanpa si buta mata iba tak banyak bila tak bersamanya. Di paksa. Si buta menyerah. Panas di kepalanya melemahkan tubuhnya. Si lusuh bingung lari ke si buta Membisikan kata yang penuh makna. Ayo ke kereta kelas tiga. Melihat mata yang penuh iba * Puisi yang terinspirasi dari cerita pendek karangan Penulis Veteran Ahm...
19 Juni 2018 Aku melenguh dalam kesalahan diri kepada ia. Wanita mulia yang memendam semua rasa Cinta didada. Seorang wanita yang mencinta dalam pandangan kedua. . Aku menyesal dalam salah yang tak termaafkan. Pada wanita yang cemburuan atas pertemuanku dengan wanita yang bukan biduan. Cuma sekedar teman yang minta curhatannya di dengarkan. . Aku lelah dalam pengejaran maaf dan permintaan untuk tak lagi kecewa. Permintaan tuk tidak lagi memendam kebencian dari Cinta yang telah berubah rasa. . Aku yang sekarang terjatuh jauh. Karena ia yang menjauh dari lelaki yang harus selalu salah tanpa celah maaf yang bisa diterima. . Aku. Sekarang hancur. Lebur dalam dosa. Halus dalam Cinta. Dan bias dalam doa harapan semoga maaf dapat aku terima. .