Skip to main content

PAGI BERSAMA ORANG LUSUH



Kulihat dia menangis sambil memeluk kedua betisnya. Tersedu-sedu tak peduli dengan sekeliling yang memperhatikannya. Bajunya tak layak. Rambutnya tak terurus. Tubuhnya terselimuti debu.

Ku hampiri. Untuk ku tanyakan kenapa ia menangis di pagi hari. Perlahan ku dekati dan ku sentuh. Aku tanya dia diam. Ku colek dia tak menggubris. Aku jongkok dihadapannya akhirnya dia menghiraukanku.

"Kenapa kau menangis"
Dia terdiam
Sekali lagi aku tanyakan dengan pertanyaan yang sama.
Dia tetap terdiam.
Setelah lama diam. Dan aku bingung ingin menanyakan apa. Tiba-tiba dia berteriak lantang.
"Celakalah bagi dia yang di hatinya tiada rasa cinta kepada ibadah dan tak adanya rasa menyesal ketika meninggalkan ibadah"

Setelah berteriak keras. Ia tak sadarkan diri. Seketika hatiku bergetar. Badanku lemas. Air mata mengalir deras. Batinku berteriak "kau belum sholat subuh, kau membenci taraweh".

Comments

Popular posts from this blog

Profil Pesantren Nurul Furqon (Pesantren Tilawah Pertama Di Bogor)

Suasana Mengaji Pondok Pesantren Nurul Furqon. PONDOK Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional tertua di Indonesia. Pengajaran di pesantren menggunakan sistem sorogan dan bandungan yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya. Dalam perkembangan selanjutnya, selaras dengan kemajuan zaman, metode dan sistem pengajaran di pesantren diperkaya dengan sistem kelas dengan tidak meninggalkan inti pengajaran pesantren. Dengan sistem ini, yang memberikan pengajaran tidak lagi harus seorang kiai, juga ada guru/ustadz/ustadzah sesuai dengan materi pelajaran. Pembelajaran bersifat massal, menggunakan kurikulum yang jelas, lama belajar ditentukan sesuai dengan jenjang-jenjang pendidikan dan kelasnya. Mata pelajaran bukan cuma bidang-bidang ilmu agama, tapi juga ilmu umum. Sekalipun demikian, sistem sorogan dan bandungan serta figur seorang kiai/ustadz yang menjadi panutan dan kharismatik, tak bisa dipisahkan dari ciri khas pesantren sebagai lembaga transformasi nila...

Spesifikasi ASUS ZenBook UX410UQ (Give Away)

Langitan di Pagi Hari Saya M. Zahid Farhan seorang santri di salah satu pesantren di Tuban Jawatimur. Lebih tepatnya Pondok Pesantren langitan. Saya adalah salah satu dari sekian ribu santri yang sampai sekarang masih aktif belajar di Langitan. Dan juga salah satu santri yang memasuki dunia film maker, menulis, designer dan fotografer. Yang intinya saya berkutat dalam dunia multi media. Lebih jelasnya dalam segi film maker saya fokus di dua tempat, yakni Langitan TV dan LangitanDokumentasi . Sedangkan menulis berfokus di majalah serta blog pribadi. Dan yang terakhir fotografer focus pada pendokumentasian setiap acara di pondok pesantren. Langitan TV Sebagai santri multi media, saya di tuntut oleh jam “kerja” yang lumayan tinggi. Tuntutan deadline sana sini dan lain sebagainya. Dikarenkan banyaknya organisasi yang di ikuti. Perlu di garis bawahi, karena saya notabenenya masih santri, mau tidak mau saya harus mengerjakan ini dengan penuh keihlasan. Program kerja yang ba...

Aku, kamu dan ia.

19 Juni 2018 Aku melenguh dalam kesalahan diri kepada ia. Wanita mulia yang memendam semua rasa Cinta didada. Seorang wanita yang mencinta dalam pandangan kedua. . Aku menyesal dalam salah yang tak termaafkan. Pada wanita yang cemburuan atas pertemuanku dengan wanita yang bukan biduan. Cuma sekedar teman yang minta curhatannya di dengarkan. . Aku lelah dalam pengejaran maaf dan permintaan untuk tak lagi kecewa. Permintaan tuk tidak lagi memendam kebencian dari Cinta yang telah berubah rasa. . Aku yang sekarang terjatuh jauh. Karena ia yang menjauh dari lelaki yang harus selalu salah tanpa celah maaf yang bisa diterima. . Aku. Sekarang hancur. Lebur dalam dosa. Halus dalam Cinta. Dan bias dalam doa harapan semoga maaf dapat aku terima. .