Skip to main content

Mata yang enak dipandang



Badanya lusuh. 
Berjalan berdampingan si buta yang lemah.
Tubuhnya tak terurus.
Jangankan mandi, makan pun belum tentu.
Si buta lemah.
Mencoba sendiri agar tak di peras si lusuh tapi tak bisa.
Si lusuh cari uang dari si buta.
Si buta mengais uang dari yang iba.
Mengeluh, marah, mendurja dunia.
Kereta kelas satu matanya tak peduli
Kereta kelas tiga. Matanya enak di pandang dan penuh iba.
Si lusuh bergantung pada si buta
Si buta bergantung pada si lusuh.
Seharian penuh tanpa makanan
Seharian penuh mereka tak minta di jalan.
Si buta lemah, panas dan sakit karena lelah.
Si lusuh kuat, tapi apa daya. 
Tanpa si buta mata iba tak banyak bila tak bersamanya.
Di paksa. Si buta menyerah.
Panas di kepalanya melemahkan tubuhnya.
Si lusuh bingung lari ke si buta
Membisikan kata yang penuh makna.
Ayo ke kereta kelas tiga. 
Melihat mata yang penuh iba



*Puisi yang terinspirasi dari cerita pendek karangan Penulis Veteran Ahmad Tohari. Cerpen yang menjadi judul dari buku kumpulan cerita pendek beliau. Diterbikan oleh Gramedia buku tersebut berjudul Mata yang enak dipandang

Comments

Popular posts from this blog

Rajab Bulan Kemulyaan

Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi saw berkata “Rajab itu bulannya Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku.” Bulan Rajab adalah salah satu bulan istimewa dalam kalender islami. Kata Rajab berasal dari kata at-Tarjib, yang berarti “penghormatan” (at-Ta’zhim). Barangkali rahasia penamaan ini karena orang-orang Arab mengkhususkannya dengan berbagai penghormatan. Dikarenakan begitu banyak keistimewaan dan keutamaan di dalamnya. Maka dari itu pada edisi kali ini kami akan memaparkan segala hal tentang bulan rajab mulai dari etimologi hingga amalan-amalan yang biasa di lakukan dibulan rajab. Arti bulan Rajab Dan Peristiwa Besar didalamnya Secara etimologis, Rajab mengandung makna “kebesaran” atau “kemuliaan”. Bulan Rajab berarti bulan yang mengandung peristiwa besar, dan sangat dimuliakan. Tak hanya masyarakat Arab pasca-Islam yang menamai bulan ini Rajab. Zaman sebelum Islam diturunkan, yakni masyarakat Jahiliyah  telah menamai bulan ini dengan ...

Spesifikasi ASUS ZenBook UX410UQ (Give Away)

Langitan di Pagi Hari Saya M. Zahid Farhan seorang santri di salah satu pesantren di Tuban Jawatimur. Lebih tepatnya Pondok Pesantren langitan. Saya adalah salah satu dari sekian ribu santri yang sampai sekarang masih aktif belajar di Langitan. Dan juga salah satu santri yang memasuki dunia film maker, menulis, designer dan fotografer. Yang intinya saya berkutat dalam dunia multi media. Lebih jelasnya dalam segi film maker saya fokus di dua tempat, yakni Langitan TV dan LangitanDokumentasi . Sedangkan menulis berfokus di majalah serta blog pribadi. Dan yang terakhir fotografer focus pada pendokumentasian setiap acara di pondok pesantren. Langitan TV Sebagai santri multi media, saya di tuntut oleh jam “kerja” yang lumayan tinggi. Tuntutan deadline sana sini dan lain sebagainya. Dikarenkan banyaknya organisasi yang di ikuti. Perlu di garis bawahi, karena saya notabenenya masih santri, mau tidak mau saya harus mengerjakan ini dengan penuh keihlasan. Program kerja yang ba...

Aku, kamu dan ia.

19 Juni 2018 Aku melenguh dalam kesalahan diri kepada ia. Wanita mulia yang memendam semua rasa Cinta didada. Seorang wanita yang mencinta dalam pandangan kedua. . Aku menyesal dalam salah yang tak termaafkan. Pada wanita yang cemburuan atas pertemuanku dengan wanita yang bukan biduan. Cuma sekedar teman yang minta curhatannya di dengarkan. . Aku lelah dalam pengejaran maaf dan permintaan untuk tak lagi kecewa. Permintaan tuk tidak lagi memendam kebencian dari Cinta yang telah berubah rasa. . Aku yang sekarang terjatuh jauh. Karena ia yang menjauh dari lelaki yang harus selalu salah tanpa celah maaf yang bisa diterima. . Aku. Sekarang hancur. Lebur dalam dosa. Halus dalam Cinta. Dan bias dalam doa harapan semoga maaf dapat aku terima. .