Aku kembali bersemangat tatkala suplemen baru saja aku dapatkan. Kini aku ingin kembali menulis. Kucari posisi yang sekiranya nyaman untuk menulis. Tempat sepi menjadi pilihanku. Sejurus kemudian Ku ambil meja dan kusandarkan tubuhku ke tembok. Pulpen dan buku telah tersajikan di hadapanku. Aku mulai menulis kalimat SANTRI, “stop” terdengar olehku teriakan pelan dari atas lembaran buku yang telah kubuka sedari tadi. Kulihat mahluk kecil berdiri sambil berkacak pinggang, menghentikan satu langkah imajinasiku. Raut wajahnya mirip denganku, seperti bercermin. Tubuhnya bergoyang pelan tak mau diam, kuamati lagi lebih dekat. Persis denganku. “Wah, mahluk apa ini.” Aku membatin. “Why…? dan siapa kau?” Selidikku heran membuka percakapan. “Pokoknya berhenti menulis. Mau tahu siapa aku? Ah, nggak penting, yang jelas berhenti, jangan dilanjutkan.” Jawabnya dengan nada datar dan cuek. “Lah, kamu itu gimana sih, ditanya kamu siapa, nggak jawab, ditanya alasanny...